Masih Bingung Sistem Kerja Kontraktor? Ini Dia Penjelasan yang Paling Mudah Dipahami

Situs Harga Furniture, Bahan Bangunan dan Dekorasi Terpercaya

Masih Bingung Sistem Kerja Kontraktor? Ini Dia Penjelasan yang Paling Mudah Dipahami

Sistem Kerja Kontraktor

Membangun maupun merenovasi gedung/hunian mau tidak mau membutuhkan perusahaan kontraktor dalam merampungkannya. Ya, kontraktor merupakan individu, sekelompok orang bahkan badan usaha atau hukum yang dikontrak oleh owner sebuah proyek untuk menjalankan dan menyelesaikan proyek sesuai dengan kesepakatan yang sudah disepakati sebelumnya. Owner proyek yang menggunakan perusahaan kontraktor memang biasanya merupakan proyek yang besar seperti mall, gedung perhotelan bahkan hingga perkantoran.

Dalam mengerjakan proyek, pihak dari perusahaan kontraktor biasanya akan meminta terlebih dahulu untuk melakukan beberapa kali pertemuan dengan klien atau pemilik proyek. Pertemuan tersebut biasanya digunakan untuk membahas rencana anggaran biaya serta surat perjanjian kerja atau masa kontrak hingga adanya survei terlebih dahulu ke lokasi tempat proyek akan dilaksanakan. Saat survei, kontraktor juga akan melakukan beberapa aktivitas seperti melakukan pengukuran yang sangat detail sehingga pihak kontraktor dapat menentukan tingkan keakuratan kontrak yang telah disepakati.

Sistem Kerja Kontraktor

Banyak masyarakat yang masih belum paham dengan sistem kerja kontraktor karena terdapat beberapa sistem yang berbeda. Dalam satu proyek tertentu kontraktor menyediakan material dan properti proyek seperti pintu aluminium, namun dalam satu proyek yang lain kontraktor justru bertindak sebaliknya. Untuk menghindari kebingungan, pahami sistem kerja kontraktor berikut ini:

1. Borong penuh.

Sistem kontraktor yang satu ini adalah sistem yang semua pekerjaannya dihitung seara lumpsum artinya total biaya yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada sistem ini, pihak kontraktor diberi kewenangan yang penuh untuk mengatur uang dan pembelanjaannya serta tidak lupa dengan teknis pelaksanaannya di lapangan. Misalnya ketika kontraktor yang klien menyepaki uang 600 juta untuk suatu proyek, maka klien tidak tahu apa-apa lagi, selebihnya kontraktor yang mengurus dari mulai perancangan hingga pembelian material proyek. Sistem ini kerap dipilih oleh pemilik proyek yang membutuhkan bangunan dalam waktu yang cepat namun anggaran yang minim. Kekurangan dari sistem ini adalah biasanya terletak di kualitas dan tingkat kerapihan bangunan karena saat pengerjaan yang terlalu diburu-buru.

2. Borong sebagian.

Sistem ini kerap dipilih oleh pemilik proyek yang memiliki dana yang minim namun tetap ingin menghasilkan finishing yang cantik. Dengan kata lain, kontraktor diberi kewenangan atas sejumlah uang yang telah disepakati kemudian membelanjakkannya untuk tahap-tahap tertentu saja pada bangunan, misalnya pondasi dan lantai. Sedangkan kewenangan lain yang biasanya berbentuk finishing proyek akan diselesaikan oleh pemilik proyek ataupun menyewa kontraktor lain yang memiliki harga lebih terjangkau.

Sistem kontraktor jenis ini membayar pekerja dengan bayaran harian, tidak harus cepat karena target yang diinginkan adalah hasil yang rapi.

3. Cost and Fee.

Sistem ini adalah sistem kontraktor dengan hasil bangunan yang super rapi dan dana yang mecukupi. Dalam sistem ini klien atau owner proyek yang membeli semua kebutuhan proyek dari mulai material hingga properti seperti pintu aluminium kaca. Namun karena kesibukan tertentu owner proyek dapat menitipkan membeli material dan properti kepada kontraktor dengan bon dan semua bukti belanja kepada owner.

Sistem ini adalah sistem yang sangat terbuka di mana semua harga dan biaya belanja serta gaji kontraktor ditransparankan. Namun sistem ini adalah sistem dengan pembayaran fkuluatif di mana suatu waktu pembayaran di angka 10% namun di waktu yang lain dapat mencapai 20% tergantung musim dan tingkat kesulitan yang dihadapi oleh para kontraktor dalam merampungkan proyek.

Walaupun sistem ini adalah sistem yang cukup mahal, namun sistem ini adalah sistem yang paling baik dalam menjami kualitas sebuah proyek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *