Mengenal Material Atap dan Kelemahan Penggunaan Seng Untuk Bagian Kontruksi Ini

Situs Harga Furniture, Bahan Bangunan dan Dekorasi Terpercaya

Mengenal Material Atap dan Kelemahan Penggunaan Seng Untuk Bagian Kontruksi Ini

Material Atap

Talang air hujan merupakan bagian dari bangunan yang tak boleh diremehkan. Apalagi, dengan curah hujan yang sangat tinggi di Indonesia, talang air sangat berguna untuk mengalirkan air hujan yang jatuh ke atap bangunan atau rumah.

4 Bahan yang Sering Digunakan Untuk Talang Air Hujan

Ada 4 bahan yang sering dipakai sebagai talang air hujan. Diantaranya adalah beton cor, PVC, karpet dan seng. Pastinya, keempatnya memiliki kelebihan masing-masing.

Talang air hujan yang terbuat dari beton cor memiliki kelebihan awet dan tahan lama. Beda lagi dengan talang air hujan berbahan PVC yang kelebihannya adalah bobot yang ringan, tak berkarat dan harganya relatif murah sehingga kerap jadi pilihan.

Sedangkan talang berbahan karpet tentu lebih fleksibel, harganya juga murah dibanding lainnya. Yang terakhir adalah talang air dari seng memiliki kelebihan mudah dibentuk dan bisa digunakan di lokasi luas.

Dengan kelebihan masing-masing, keempatnya tentu juga punya kekurangan. Salah satunya adalah saat terjadi bocor ketika musim hujan. Kebocoran bisa merusak bangunan, menetes ke dalam rumah hingga membahayakan penghuni lantaran bisa terjadi konsleting listrik.

Namun tak perlu khawatir, pasalnya kebocoran tersebut bisa ditangani dengan memberikan waterproofing atau pelapis anti bocor. Untuk mengatasinya kita bisa menggunakan waterproofing sika atau menyesuaikan bahan talang air hujan yang digunakan.

Keempatnya bahan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nah, kali ini kita akan fokus membahas seputar kelemahan material seng. Simak informasinya di sini ya.

Kelemahan Penggunaan Seng Untuk Talang

Dari 4 bahan di atas, rupanya seng menjadi bahan talang air hujan yang paling banyak digunakan masyarakat di Indonesia loh. Tak hanya mempertimbangkan bobotnya yang ringan, seng juga memiliki harga terjangkau dan proses pengerjaannya pun relatif cepat. Tak heran kalau masyarakat banyak yang memilih seng untuk dibuat talang air hujan.

Meski begitu, tentunya talang seng juga memiliki beberapa kekurangan. Apa saja?

1. Rentan berkarat

Talang air hujan dari bahan seng diketahui rentan berkarat lantaran terus diterjang air hujan dan panas matahari. Saat karatnya sudah tersebar dan merata, mau tak mau sang pemilik rumah harus menggantinya dengan yang baru.

2. Gampang bocor dan berlubang

Seperti yang disebutkan sebelumnya, talang air hujan dari seng gampang berkarat. Karat tersebut lama-kelamaan juga bisa menjadi lubang sehingga menyebabkan bocor. Memang, saat kondisi bocornya masih minim, kita bisa menambalnya dengan waterproofing. Namun jika sudah parah terpaksa harus diganti.

3. Berisik saat hujan

Terbuat dari seng, talang air hujan ini relatif berisik saat musim penghujan. Apalagi saat hujan deras, bunyi berisik akan terdengar dengan jelas di atap rumah.

4. Panas saat kemarau

Sebaliknya, saat musim kemarau, talang air seng terasa panas. Bahan seng juga menambah tinggi temperatur di bawah genteng.

5. Tak cocok untuk dinding vertikal

Talang air hujan bahan seng memang memiliki banyak kelebihan. Sayangnya bahan seng dinilai kurang bagus jika dipakai untuk membuat talang air hujan dengan dinding vertikal. Pasalnya, biasanya akan ada kebocoran saat seng dipakai untuk talang air dinding vertikal.

Saat ini, sudah banyak toko bangunan hingga toko online yang menawarkan produk waterproofing. Pelapis anti bocor itu pun memiliki kelebihan masing-masing. Contohnya waterproofing membran yang dinilai sangat bagus lantaran tahan terhadap cuaca, fleksibel, pemasangan lebih mudah.

Sedangkan waterproofing sika punya daya rekat sangat bagus, mudah digunakan serta tidak beracun. Kalau rumah kalian, pakai talang air berbahan apa nih?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *